Publikasi

Emtek Goes To Campus
15 Nov 2018

Tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra terpilih menjadi finalis Lomba Presenter Emtek Goes To Campus (Surabaya) yang diselenggarakan 13-15 November 2018 lalu di Universitas Kristen Petra Surabaya.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan banyak pembicara dari berbagai bidang pekerjaan yang membekali mahasiswa dengan wawasan baru.
Selamat kepada finalis Lomba Presenter: Charles Endriko, Lavenia Pili Roboh, dan Farren Sahertian yang akan berjuang di babak nasional bersama perwakilan kota-kota lainnya.

Baca lebih lanjut>
CIA 2018 Universitas Brawijaya
04 Nov 2018

Tanggal 4 November 2018, 9 mahasiswa Ilmu Komunikasi berhasil membawa pulang 2 gelar juara dalam ajang Communication in Action 2018 yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang.

Dalam lomba ini Liem, Michael dan tim meraih Juara 1 dalam mata lomba PRIME setelah membuat proposal tentang re-branding tourism destination Lombok. Sementara Georgie Sentana dan tim menjadi Juara 2 dalam mata lomba BROADACTION melalui video berjudul Tiada Terselami yang membahas tentang budaya memancing dan perikanan di kampung warna-warni, Kenjeran, Surabaya.

Selamat kepada:
Juara 1 PRIME
Liem, Michael (alumnus SMA Kr. Tritunggal Semarang)
Irving Williem Herly (alumnus SMAK Frateran Surabaya)
Fide Abraham (SMA Kr. Petra 3 Surabaya)
Brian Henry (SMA Gloria 2 Surabaya)
Felicia Luvena (SMA Kr. Petra 2 Surabaya)

Juara 2 BROADACTION
Georgie Sentana (SMAK Tunas Kasih Tarakan)
Cicilia Monika (SMAK Santo Yoseph Denpasar)
Melinda (SMAK Syuradikara Ende)
Jocelin Alice Agape (SMA Kr. Petra 4 Sidoarjo)

Dokumentasi selengkapnya di @ikom_ukp

Baca lebih lanjut>
Petra Student Exchange Program 2018/2019
31 Okt 2018

Di tahun ajaran 2018/2019 ini, Program Studi Ilmu Komunikasi menerima 6 siswi pertukaran pelajar dari Zhejiang Yuexiu University of Foreign Language. Semester ini keenam mahasiswi tersebut mengambil tiga matakuliah Ilmu Komunikasi: Komunikasi Interpersonal, Teknik Mencari dan Menulis Berita, dan Komunikasi Lintas Budaya.


Menurut mereka, meskipun terkendala bahasa dalam mengikuti pelajaran, pengetahuan baru yang mereka dapatkan di Ilmu Komunikasi sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari.
"Harapannya setelah ikut student exchange bisa lebih lancar berbahasa Indonesia dan memiliki cara berpikir yang mandiri," tutur Hu Qian Qian (Melati), salah satu peserta student exchange.

Baca lebih lanjut>
Tiga Medali Emas di KRAMSI VIII
31 Okt 2018

Tak hanya prestasi akademik, mahasiswa Ilmu Komunikasi juga didorong untuk mengembangkan bakat mereka di bidang non-akademik.


Aurelia Inggrid Setiono (angkatan 2016) kembali menorehkan prestasi pada Kejuaraan Renang antar Mahasiswa se-Indonesia (KRAMSI) VIII yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin, Makassar pada 25-27 Oktober 2018.Dalam kompetisi kali ini Inggrid mengantongi gelar Perenang Terbaik Putri setelah membawa pulang tiga medali emas untuk nomor 50m gaya bebas putri, 50m gaya kupu putri dan 100m gaya kupu putri.

Selamat Inggrid atas raihan prestasinya!

Baca lebih lanjut>
Festival Pemuda 2018
10 Okt 2018

Masa kuliah bukan hanya kesempatan untuk menimba ilmu, tapi juga peluang menambah jejaring, dan memikirkan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Hans Christian, mahasiswa Fikom 2015 terpilih mewakili UK Petra bersama Regina Siddharta Halim (Prodi Sastra Inggris 2015) mengikuti Festival Pemuda 2018. Acara yang berlangsung tanggal 6-10 Oktober ini mempertemukan 300 delegasi mahasiswa dari 34 provinsi di Indonesia untuk saling bertukar pikiran dan wawasan. “Dengan mengikuti kegiatan ini, saya mendapat banyak wawasan tentang kondisi terbaru dari seluruh penjuru Indonesia, dan apa yang bisa kita lakukan sebagai pemuda untuk Indonesia,” ujar mahasiswa peminatan Marketing PR ini.

Baca lebih lanjut>
Rise Against Hunger 2018
06 Okt 2018

Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya aktif berorganisasi di kampus tetapi juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Kraft the Heinz ABC menyelenggarakan kegiatan sosial Rise Against Hunger pada 6 Oktober 2018 lalu di Hotel Wyndham Surabaya. Beberapa perwakilan mahasiswa FIKOM turut berpartisipasi bersama dengan 231 sukarelawan lainnya yang terdiri dari karyawan, komunitas, dan mahasiswa.

Selama 180 menit, para sukarelawan mengemas 130.000 meals yang berisi beras, sayuran kering, kacang hijau, dan paket vitamin mikronutrisi. Makanan yang telah dikemas tersebut nantinya akan disumbangkan untuk korban bencana Palu dan untuk pencegahan malnutrisi di Indonesia.


Instagram: @ikom_ukp

Baca lebih lanjut>
Emas dan Perunggu di Communication in Action (COMIC) 2018
06 Okt 2018

Tiga kelompok mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UK Petra berlaga dalam Final Communication in Action (COMIC) 2018 yang diselenggarakan Binus University, Jakarta. Dalam ajang ini, dua kelompok memenangkan Juara I (Lovina Junita & Sarah Azaliah) dan III (Sherin Fongana & Natasya Rachel) untuk kategori e-Poster. Sesuai tajuk lomba “Think then Post: Stop Cyberbullying”, mereka menggagas konsep poster yang mengkampanyekan anti-cyberbullying.

Selamat dan tetap semangat! Kompetisi bukanlah akhir. Semoga setiap karya bisa membawa dampak untuk sesama.

 

Instagram: @ikom_ukp

Baca lebih lanjut>
7th International Conference on Sciences, Technology, and Social Sciences
15 Sep 2018

Veronica Maureen (2016) dan Felicia Luvena (2016) baru saja melalui pengalaman mendebarkan sekaligus membanggakan. Pada 15 September 2018, keduanya mempresentasikan karya penelitian mereka di 7th International Conference on Sciences, Technology, and Social Sciences. 

Berangkat dari tingkat minat baca di Indonesia yang rendah, penelitian berjudul "Uses and Gratifications of GENTA Magazine among Petra Christian University Students" tersebut membahas tentang motif mahasiswa UK Petra angkatan 2016 dan 2017 dalam membaca majalah GENTA. Sebagai majalah kampus tertua di Indonesia, kedua mahasiswa ini beranggapan bahwa GENTA perlu memahami audiensnya agar mampu memproduksi konten yang menarik.

Konferensi yang diselenggarakan di Patra Jasa Bali Resort & Villas ini diikuti oleh akademisi dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Filipina, Armenia, dan Malaysia.

 

Instagram: @ikom_ukp

Baca lebih lanjut>
Belajar ke Negeri Sakura: Student Exchange di International Christian University (ICU)
13 Feb 2018

Pengalaman student exchange merupakan pengalaman sekali seumur hidup.

Universitas Kristen Petra (UKP) mendorong mahasiswanya untuk merasakan pengalaman internasional ini. Namun, setiap mahasiswa hanya berkesempatan untuk melakukan student exchange ini sekali selama berkuliah di UKP. Selain itu, waktu untuk pelaksanaan student exchange dibatasi hanya satu semester. Berbeda dengan program double degree maupun joint degree, program exchange study ini tidak mendapatkan gelar lebih, tetapi lebih kepada pengalaman baru yang didapat.

Sebenarnya, meninggalkan Indonesia adalah suatu hal di luar kemampuan. Boro-boro ke luar negeri, ke Bali saja nabungnya butuh waktu setahun sendiri. Namun, adanya niat dan tujuan yang jelas memudahkan kita untuk mencari alternatif untuk melewati tantangan. Maret 2017, pertama kali aku mendapatkan tawaran via e-mail untuk melakukan studi banding ke International Christian University (ICU) untuk periode musim gugur 2017. Setelah semua proses pendaftaran dilakukan, sebuah organisasi bernama Japan ICU Foundation (JICUF) menawarkan beasiswa kepada mahasiswa pertukaran yang membutuhkan untuk biaya hidup sebesar 80,000 yen (10 juta rupiah saat itu) per bulannya. Kehidupanku di Jepang pun menjadi lebih terjamin.

Mengikuti program student exchange tidak terlepas dari keterlibatanku dalam kepanitiaan Petra Summer Program (PSP). Semenjak itu, aku mulai bergabung dengan kegiatan sukarela bernama Petramate. Memang kelompok kecil ini hampir tidak terlihat karena tujuannya hanya mempermudah mahasiswa asing yang melakukan studi banding di UKP. Beberapa bercerita mengenai pengalamannya melakukan studi banding. Salah seorang mahasiswi asal Korea, Lee Yumin, berkata kepadaku, “Aku gapapa kuliah sampai 7 tahun, asal pengalaman yang aku dapat beragam.” Ia melakukan dua kali studi banding di negara yang berbeda. Menurutnya, studi banding sendiri memberikan sudut pandang yang berbeda sehingga membentuk pribadi yang lebih terbuka atas perbedaan yang ada.

Sepulangku dari Jepang, banyak orang bertanya, “Apa bedanya kuliah di Jepang dengan kuliah di Indonesia?”

Tentu banyak sekali perbedaannya. Bayangkan, dari segi budaya dan bahasa sendiri saja sudah berbeda. Hal yang paling terasa berbeda adalah sistem belajar. Di Jepang, materi didesain agar mahasiswanya belajar sebelum masuk ke kelas. Untuk kelas bahasa Jepang, biasanya PR diberikan setelah materi disampaikan hari itu. Ditambah juga, murid diwajibkan menghafalkan kosa kata baru sebelum kelas dimulai agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik.

Selain itu, di Jepang aku menemui banyak sekali karakter yang mungkin saja tidak akan pernah aku temui di Indonesia. Kaum-kaum yang selama ini dianggap minor oleh masyarakat Indonesia mampu mengekspresikan identitasnya di sini. Di Jepang, beberapa tipe orang seperti pecinta anime (otaku) juga dipandang sebagai kaum minoritas. Namun, nyatanya mereka berani mengekspresikan diri dalam balutan kostum di jalanan Akihabara, salah satu pusat elektronik dan wisata di Tokyo.

Sebenarnya, sikap terbuka yang membuat diriku belajar banyak hal. Bisa saja, ketika di Jepang aku masih menggunakan banyak perisai untuk mempertahankan karakter. Namun, memilih untuk menanggalkan perisai tersebut membangun pandangan positif untuk berbagai hal baru. Aku belajar melalui dunia. /ccf



Baca lebih lanjut>
Future Leader Congress 2018
16 Sep 2018

Fide Abraham, mahasiswa Fikom angkatan 2016 mengikuti Future Leader Congress 2018. Acara ini diselenggarakan oleh Studec International di United Nations Conference Building, Bangkok pada 16-18 September 2018 lalu. Dalam kesempatan ini Fide bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara. Mereka mendiskusikan isu-isu sosial, lingkungan, teknologi, dan kesehatan yang terjadi di negara-negara asal mereka. Acara ini mendorong anak-anak muda untuk peduli dan berkarya untuk lingkungan mereka. “Saya berharap saya dan teman-teman punya kesempatan mewujudkan proyek yang sudah kami rancang di sana. Kami merancang proyek untuk membantu pendidikan anak-anak jalanan,” ujar Fide.

Ayo Fikomers yang lain, masih banyak kesempatan lain memanggil kalian untuk berkarya dan berprestasi! Jangan biarkan waktumu terlewat begitu saja. Manfaatkan masa kuliah ini untuk menimba sebanyak mungkin wawasan, network, dan pengalaman.

 

Instagram: @ikom_ukp

Baca lebih lanjut>
Dasi, Kopi, dan Cerita-Cerita yang Tak Terucap
24 Agu 2018


Dua tulisan karya mahasiswi Ilmu Komunikasi: Regina Bella Rosari (2016) dan Sarah Azaliah Karsa (2016) terpilih untuk dibukukan oleh Petra Career Center. Buku bertajuk Dasi, Kopi, dan Cerita-Cerita yang Tak Terucap ini merupakan kumpulan tulisan dari 10 peserta terpilih yang mengikuti Creative Writing Workshop bersama Dee Lestari, penulis novel heksalogi 'Supernova'.
Setelah melalui proses penyuntingan bersama editor selama kurang lebih 45 hari, cerita pendek (cerpen) "Bayang-bayang Asa" karya Regina dan "Garis-garis Maya" karya Sarah akhirnya diluncurkan pada 24 Agustus 2018 lalu. Dengan mengangkat topik diskriminasi di tempat kerja, Regina berharap cerita tersebut dapat membuka perspektif para pembaca bahwa diskriminasi di tempat kerja memang masih ada dan terjadi padahal semua orang berhak untuk bekerja.
Sementara itu Sarah yang terinspirasi dari kontroversi pelecehan seksual artis Hollywood oleh sutradaranya berharap melalui tulisannya, korban pelecehan berani bertindak dan tidak hanya diam ketika menghadapi pelaku.

Tetap semangat & lanjutkan prestasi kalian!

Baca lebih lanjut>
Eduventure ke Kantor Staf Presiden berkat Vlog "Kontribusi untuk Negeri"
28 Jun 2018

Tanggal 28-29 Juni 2018, Elisabeth Glory Victory, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra angkatan 2016 melakukan eduventure ke Kantor Staf Presiden di Jakarta. Kesempatan itu tak lain berkat videonya yang berhasil memenangkan Lomba Vlog yang diadakan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia dalam kategori Kontribusi Untuk Negeri.

Lomba Vlog ini mengusung dua kategori. Kategori pertama Kontribusiku untuk Negeri, membahas tentang pendapat dan usulan atas kinerja pemerintah Indonesia. Sementara kategori kedua yaitu Caraku Menuju 2045, berisi cita-cita dan rencana 10 tahun ke depan serta upaya yang disiapkan sejak sekarang.

Mahasiswi yang akrab disapa Ory ini awalnya mendaftar untuk kategori Caraku Menuju 2045 dengan menyuarakan keinginannya agar masyarakat Indonesia terutama anak-anak muda dan kaum terpelajar tidak lagi apatis dan peduli terhadap politik. “Rasa kecewa menghambat kontribusi anak muda untuk membuat gebrakan, padahal kita anak-anak muda adalah kunci perubahan,” ungkap alumnus SMA Kr. Petra 2 ini. Dalam menyongsong 100 tahun Indonesia di 2045 nantinya, Ory berharap distrust politik bisa dihentikan. Namun, atas pertimbangan juri karena substansi vlognya yang memberi pandangan tajam atas isu distrust anak muda terhadap pemerintah akibat gap komunikasi dan menunjukkan aksi konkrit dengan menjadi influencer sosial politik, Ory justru terpilih menjadi pemenang kategori Kontribusiku untuk Negeri.

Saat ini, Ory terus aktif mengisi konten Instagram-nya dengan informasi yang berhubungan dengan sosial. Ory berharap anak muda mulai memberikan atensi lebih terhadap pemerintah dengan tidak menjadi apatis dengan politik dan memberikan apapun yang bisa diberikan, baik dukungan materi untuk pemimpin jalur independen, ide-ide kreatif untuk menyampaikan pesan politik, maupun sekedar apresiasi seperti mendukung pemimpin yang maju dan voting ketika pemilihan.

Selamat Ory! Terus berkarya dan menginspirasi mahasiswa yang lain.

Baca lebih lanjut>
Raih Juara I & II di SATIC 2018
07 Apr 2018

Berawal dari ketertarikan terhadap fotografi, Felicia Luvena dan Sellina Tanya, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016, berhasil membawa pulang gelar juara 1 dan 2 dari kompetisi fotografi internasional Satic: Shot and Tell Incredible Competition 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris, Desain Komunikasi Visual, dan Manajemen Pariwisata Universitas Kristen Petra pada 6-7 April 2018 lalu di Food Society, Pakuwon Mall, Surabaya.

Dalam kompetisi bertema Spotlicious yang mengusung konsep food photo rally ini, Luvena dan Sellina beserta 8 finalis lain diminta mengumpulkan foto dari 7 restoran berbeda di Surabaya sesuai rute yang telah ditentukan panitia. Selain itu, keduanya beserta finalis yang lain juga berkesempatan mengikuti workshop food photography bersama Jiewa Vieri (inijie), seorang food blogger sekaligus food photographer profesional.

Selamat untuk Luvena dan Sellina! Semoga karya kalian bisa menginspirasi mahasiswa yang lain.

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-13 dari 13 item.